Senin, 30 April 2012

Iklan Tempo Dulu: Sekilas tentang Jamu Jago



Jamu Jago merupakan salah satu perusahaan jamu terkenal di Indonesia. Jamu Jago juga dikenal dengan nama PT. Industri Jamu Cap Jago, yang berkantor pusat di Jln. Ki Mangunsarkoro 106 Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Sementara, pabrik pengolahannya berada di Srondol, Jl. Perintis Kemerdekaan Semarang.
Dengan ratusan produk jamu dan obat herbal serta konsistensinya dalam menjaga mutu, Jamu Jago mampu bertahan sebagai salah satu pemain besar di industri jamu di Indonesia. PT. Jamu Jago adalah salah satu anak perusahaan dari Jago Group.
PT Jamu Jago adalah perusahaan obat tradisional yang pertama di Indonesia. Didirikan oleh Bapak Almarhum T.K. Suprana dari Wonogiri Jawa Tengah, pada tahun 1918. Semula berawal ketika T.K. Suprana mengamati  cara pembuatan jamu dari Ibunya. Beliau kemudian mengabdikan hampir seluruh waktunya untuk mempelajari dan bereksperimen mengenai metode baru pembuatan jamu.
Sampai sekarang produk Jamu Jago dikenal luas di Indonesia, bahkan telah melanglang buana antara lain ke Malaysia, Vietnam, Singapura, Canada, Australia dan Jepang. Jamu Jago terdiri dari bahan-bahan alami tanpa efek samping yang diproses sedemikian rupa untuk menyembuhkan penyakit, menjaga stamina, memperindah penampilan dan menjaga kesehatan. Bahan-bahan alami tersebut terdiri dari tanaman-tanaman herbal, yaitu daun, biji, buah, bunga, akar, kulit dan rimpang. Selain bentuk serbuk, sekarang Jamu  Jago telah mengalami perkembangan menjadi bentuk kapsul ekstrak, pil, tablet, jamu cair, salep, cream, serbuk padat dan serbuk effervescent. Berikut adalah beberapa produk tersebut adalah Jamu Buyung Upik (Jamu anak-anak), Jamu ESHA (Jamu laki-laki), Basmingin Flu (Jamu moderen untuk flue), Basmurat (jamu moderen bentuk cair untuk asam urat), Sayuri (suplemen sayuran bentuk minuman instant), Purwoceng (jamu kusus laki-laki untuk menjunjang energi dan vitalitas), Narwastu Aroma Therapy dan Sarirapat
Perkembangan ini akan terus berlanjut seiring dengan perkembangan jaman dengan tujuan untuk menyampaikan visi Jamu Jago, yaitu menyehatkan masyarakat dengan cara yang aman, alami, mudah dan terjangkau. sehingga slogan “Kembali ke Alam” akan menjadi suatu gaya hidup mendukung program pemerintah Menuju Indonesia Sehat.
Dengan melihat sekilas sejarah dari Jamu Jago diatas, dari pertama didirikan sampai perkembanganya hingga sekarang, saya pun tertarik untuk mencari tahu desain iklan Jamu Jago tempo dulu. Dan setelah dicari akhirnya saya mendapatkan desain iklan Jamu Jago yang dibuat pada tahun 1965, sekitar 47 tahun dari tahun awal berdirinya. 

Iklan Jamu Jago yang dibuat pada tahun 1965, 47 tahun dari tahun awal berdirinya.

Melihat dari desain iklan Jamu Jago diatas, kita dapat mengetahui bahwasanya iklan tersebut dijadikan alat melalui komunikasi visual untuk mengungkapkan gagasan atau ide dan pesan dari perancang kepada khalayak yang dituju melalui simbol-simbol berwujud gambar, warna, tulisan dan unsur-unsur lainnya.


1)        Teks (tulisan)
Pada desain iklan Jamu Jago yang dibuat pada tahun 1965 silam, mengingat tahun pembuatannya, desain ini sudah sangat kreatif dalam pemilihan tipe huruf dan pemengalan kalimat, cukup memberikan informasi sehingga pembaca dapat terpengaruh untuk bertindak lebih lanjut.
Pada bagian atas desain iklan bertuliskan “ZAMAN BERGANTI....” dengan pemakaian huruf kapital dan ukuran yang lebih besar dari huruf-huruf yang lain. Huruf kapital dan besar selain mudah dilihat juga bermakna menunjukan kebangaan bahwa Jamu Jago telah mampu bertahan dari zaman Indonesia masih dijajah sampai telah merdeka, selain itu menunjukan bahwa sang perancang desain iklan mengiginkan dan menunjukan bahwa Jamu Jago ini akan selalu ada dan berkembang pada setiap zaman berganti, ini dibantu dengan tanda titik-titik (....), lihat setelah huruf “ZAMAN BERGANTI...” dan juga dibantu huruf di sebelah kiri dan kanan desain iklan yang berangka tahun awal berdirinya Jamu Jago “1918” dan “Sekarang” kata sekarang ini bearti bisa zaman kapan saja, baik zaman yang kita lalui sekarang tahun 2012 atau zaman-zaman selanjutnya.
Pada bagian tengah desain iklan diletakan contoh produk Jamu Jago yang didalamnya terdapat tulisan, yang langsung dijadikan alat komunikasi untuk menginformasikan merek produk, petunjuk, logo dan asal produk, dengan pemilihan tipe huruf yang sesuai dengan produk aslinya. Sehingga sang perancang desain iklan tidak perlu bingung lagi untuk memikirkan mau dimana diletakan informasi-informasi yang bersangkutan, juga peletakan tulisannya terlihat lebih rapi dan enak dilihat.
Pada tulisan yang menginformasikan petunjuk ini dimaksudkan untuk memberitahu kepada khalayak bahwa Jamu jago ini terbuat dari bahan-bahan yang asli alami dan baik bagi tubuh, dengan racikan asli resep turun-temurun akan tetapi senantiasa lulus uji dari masa ke masa (lihat pada iklan: ....yang telah disempurnakan berdasarkan ilmu pengetahuan moderen), sekali lagi makna ini mengartikan bahwa Jamu Jago ini akan selalu ada dan berkembang pada setiap zaman berganti.
Lalu logo dan asal produk juga disertai, agar khalayak mengenal bahwa logo produk Jamu Jago adalah ayam jago, logo ayam jago ini dipilih agar mudah diingat karena sesuai dengan nama Jamu nya juga “Djamu Tjap Djago” yang sampai sekarang masih digunakan logo tersebut. Sedangkan asal produk “SEMARANG-INDONESIA” mengartikan bahwa jamu tersebut berasal asli dari Indonesia, dan rumah produksinya di semarang.
Pada bagian bawah desain iklan bertuliskan “djamu tjap DJAGO tetap digemari” merupakan kalimat pemungkas dan terpenting dari keseluruhan kalimat yang ada, bisa kita sebut sebagai headline nya dimana merupakan bagian teks yang pertama kali dibaca oleh orang, mengigat desain ini menerapkan ekonomi kata. Dan menurut saya kalimat pemungkas tersebut menarik perhatian karena kalimat tersebut mengarahkan pada tindakan yang mengugah psikologis orang untuk mencaritahu mengapa digemari, sehingga menimbulkan tindakan mencoba jamu tersebut. Dari segi format tulisan tidak menggunakan huruf kapital keseluruhan dalam satu kalimat, melainkan hanya kata “DJAGO” hal ini dimaksud untuk membedakan kata yang bermakna yakni seperti maknanya “Jago” ini bearti kuat tidak tertandingi.

2)        Warna
Mengingat iklan ini dibuat pada tahun 1965 yang masih mengunakan warna dasar hitam-putih, akan tetapi pada tampilan warna putih terlihat menjadi warna kuning, ini dikarenakan pengaruh jenis kertas (koran tempat iklan tampil). Untuk itu pemilihan warna hitam-putih pada desain iklan ini pun hanya baru didasari pada kreatifitas sang perancang, agar enak dilihat, mudah dipahami.

3)        Gambar
Pada desain gambar iklan Jamu Jago ini mengunakan gambar yang menunjukan 2 kondisi suatu masa, dimana gambar tersebut membantu memperjelas tulisan yang bertuliskan tahun “1918” dan “sekarang” (zaman berganti). Gambar pada bagian tahun 1918 itu terlihat lebih jadul karena menunjukan kondisi masa pada tahun 1918, tahun dimana awal berdirinya Jamu Jago yang ditunjukan dengan orang-orang dengan penampilan Belanda nya, kendaraannya sepeda dan delman (kereta kuda), serta gedung-gedungnyaa yang masih sederhana. Lalu gambar pada bagian sebelahnya (sekarang) itu telihat lebih moderen karena menunukan kondisi masa sekarang (pergantian zaman) yang ditunjukan dengan orang-orang yang penampilannya lebih terlihat dinamis, kendaraanya telah cangih sepeda motor, mobil bahkan telah terllihat pesawat yang melintas, Gedung-gedungnya besar dan tinggi-tinggi. Satu hal yang unik pada gambar ini adalah ada suatu tempat, yang menunjukan tempat penjualan Jamu jago pada gambar, pada sebelah tahun 1918 terlihat tempat penjualan Jamu Jago dengan papan nama “DJOEAL DJAMOE DJAP DJAGO” (jual jamu cap jago) masih usaha rumahan dan sederhana dan Jamu Jago pada gambar sebelah sekarang mengartikan bahwa setelah berganti zaman akhirnya Jamu Jago semakin berkembang dan maju dengan tempat usaha telah menjadi toko yang besar, dengan papan nama “Toko DJAMU Tjap DJAGO” (toko jamu cap jago) lengkap dengan logo produk yakni Ayam Jago.

0 komentar:

Posting Komentar